Bulog Disemprot, Kadistan Nilai Bulog Lempar Masalah, Petani Terancam Rugi
Tengah, SN- Sikap inkonsistensi Perum Bulog membuat petani geram. Disatu sisi akan membeli seluruh gabah petani namun risisi lain membatasi jumlah pembelian, akibatnya petani terancam merugi.
Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Lombok Tengah Ir. M.Kamrin menilai Bulog tidak konsisten bahkan cenderung melempar masalah. "Bulog tidak jelas dalam hal pembelian, katanya overload, berapa overloadnya,tak jelas" ungkapnya saat acara Serapan Gabah oleh Bulog di Ballroom Kantor Bupati Kamis 20/3/2025
Kamrin mengatakan akibat dari ketidak jelasan komitmen Bulog dalam menyerap gabah petani menjadikan petan menjual' gabah dengan harga murah ke tengkulak, hal itu dilakukan semata-mata untuk menyambung hidup mereka.
"Jangan salahkan petani kalau ada petani jual, karena tidak ada untuk makan, jangan karena alasan overload lalu petani dibiarkan menjual gabahnya dengan harga murah, ini akan merug6kan petan" ujarnya.
Pada bulan maret ini sebanyak 23 ribu ton diproduksi sedangkan pada bulan april diperkirakan sekitar, 173 ton jadi jika dalam satu tahun diperkirakan 500 ribu ton dihasilkan oleh petani, sayang meskipun produksi padi melimpah, Bulog hanya akan membeli 57 ribu ton saja di Kabupaten Lombok Tengah. "Bayangkan berapa ratus ton gabah petani yang terancam akan dijual murah ke tengkulak" kata Kamrin.
Pemerintah daerah akan terus melakukan pengawasan dilapangan terhadap harga gabah petani, karenanya Kamrin akan meminta kepada penyuluh lapangan untuk mencatat berapa produksi petani dan memantau kemana gabah itu dijual.
Soal keluhan Bulog dimana gabah belum siap panen dijual ke Bulog, Kamrin tidak mempercayai sebab bagi dia tidak ada petani yang melakukan panen sebelum saatnya dipanen. "Silahkan tunjukkan dimana tempatnya, kelompok mana yang jual gabah masih hijau itu, saya rasa tidak ada di Lombok Tengah, mungkin di luar Lombok Tengah" ungkapnya, karena itu babinsa dan penyuluh cek lapangan sebelum panen.
Pemerintah daerah kata dia, harus mensukseskan program pemerintah itu karena itu harus jelas dan terukur, berapa kapasitas mitra ini mampu menampung gabah.
"Saya minta setiap hari dilaporkan, supaya kita bisa mengetahui berapa serapannya" kata dia
Kamrin memerintahkan jajarannya untuk bangun koordinasi, tetap solid, UPT koordinasi dengan mitra supaya jelas petani mau jual kemana. "Saya harap Lombok Tengah jadi cacatan baik sebab Loteng jadi lumbung pangan nasional" jelasnya
Sementara itu Pejabat Bulo NTB Sri Muniati mengatakan , dari rencana produksi 290 ton gabah kering panen namun hanya 57 ribu ton yang akan diserap oleh Bulog NTB hal itu akibat dari produksi yang overload dan kapasitas tampung Bulog "karena kemampuan, tidak bisa masuk ke Bulog sebab harus dipetakan berapa per Periode ysng masuk ke Bulog" jelasnya
Dia menyarankan agar baik itu mitra Bulog dan tidak sebagai mitra ikut melakukan pengawasan sehingga nanti harga Ro.6500 perkilogram siap angkut. "Petani lakukan usaha pengering secara mandiri sebelum dijual agar kadar air lebih kering dan buat kapasitas yang ada bisa lebih dimaksimalkan" jelasnya
Bulog menyampaikan permohonan maafnya apabila selama ini kurang maksimal dalam mengelola kemitraan ."Maaf jika dalam bermitra kurang maksimal" jelasnya
Terkait Soal jagung, Bulog mengatakan penyerapan jagung sangat kecil yakni hanya 14 " dari Produksi jagung dengan harga jagung Rp.5500
"Bulog, untuk jagung sudah ditetapkan harganya yang bisa disimpan di Bulog hanya 14 persen" tutupnya.
Posting Komentar